God Bless You

Kita sering pake kalimat populer ini. GBU. God bless you. God bless. Pakenya suka-suka. Orang ulang tahun, kawin, wisuda, jadian, balikan sama mantan, nama grup band, semuanya pada pake. Belum afdhol rasanya sebuah ucapan “selamat bla bla bla” kalo belum ditutup dengan GBU.

Nah.

Bagaimana.

Jika.

Tuhan.

Gak pengen.

Memberkati?

JRENG JREEEEENG!!!

Gimana kalo Tuhan gak mau ngasih berkatnya? Gimana kalo Tuhan punya pertimbangan sendiri soal ngasih berkat atau gak? Gimana kalo Dia udah punya rencana soal itu? Gimana kalo Tuhan tersinggung karena kita nyuruh-nyuruh Dia buat memberkati orang lain?

Kali aja Tuhan maunya kita permisi dulu, nanya dulu, minta persetujuannya, boleh gak bilang kalimat itu? Sayangnya kita suka mendahului Tuhan. Menggunakan nama-Nya untuk mempermanis ungkapan selamat kita yang sudah berbunga-bunga itu secara semena-mena.

Gak salah sih, tapi bukankah lebih sopan sama Tuhan kalo kita tambahkan kata “MAY” di depannya?

May God Bless You. Semoga Tuhan Memberkatimu. Putting “May” first changes the sentence from a command to a request. Dengan begitu kita ngasih kebebasan buat Tuhan untuk ngasih berkat-Nya atau gak. Terserah Dia dong, yang punya berkat kan Dia.

Tuhan memerintah. Tidak diperintah.

Udah sih gitu aja.

GBU.

About Regy Kurniawan

Highlander

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: