Berak

Berak adalah aktivitas yang paling menyenangkan (kalo lancar). Inspirasi dan ide-ide segar juga biasanya muncul saat kita sedang duduk tenang di kloset, menatap kosong ke depan sambil merokok atau internetan. Lagi pula, toh berak adalah kebutuhan setiap manusia di dunia ini. Tanpa berak, kita akan meledak.

Berak itu seperti beramal, jangan ditunda-tunda. Saya teringat kata-kata dokter Jun, dokter spesialis penyakit dalam yg aktif di POSSI, organisasi selam Indonesia. Waktu itu beliau berkata bahwa tubuh tidak selamanya diatur oleh otak. Ada saatnya ketika tubuh kita memegang kendali dan otak tidak berdaya sama sekali. Saat ketika apa pun yg dikatakan atau diperintahkan otak menjadi sia-sia. Saat ketika otak berada pada titik lemahnya. Kapan?

Mencret. Sekali lagi kawan: mencret. Mencret membuat tubuh kita menguasai otak. Mencret membuat kita mengabaikan segala hal lain dan fokus pada satu hal: berak. Mencari toilet, membuka celana, dan “BRAK!”, mencret. Setelah itu barulah otak kembali menguasai tubuh. Mencret adalah SATU-SATUNYA kuasa tubuh terhadap otak. Seandainya kita gagal mencapai toilet pada waktunya, maka “BRAK!”, berantakanlah dia di dalam celana. Kemudian otak mengambil alih, dengan pura-pura kesurupan atau mati.

Positif Negatif Berak

Berak itu menghasilkan. Pernah dengar biogas? Biogas adalah gas yang dihasilkan dari berak. Gas yang dimanfaatkan itu namanya gas metan, dan bisa menghasilkan api biru seperti kompor gas pada umumnya. Bukan tidak mungkin di masa depan setelah uranium habis yang akan terjadi adalah perang metan, bukan nuklir. Negara dengan penduduk terbanyak akan menang karena seluruh warga negaranya akan berak massal untuk membuat bom metan. Luar biasa memang potensi dari berak ini.

Tapi, berak juga memiliki efek negatif. Berak bisa melubangi lapisan ozon! Memangnya pemanasan global yang lagi heboh gak abis-abis ini sebagian besar disebabkan apa? Asap kendaraan bermotor? Asap pabrik? Asap rokok? Salah. Industri peternakan lah penyebab utama global warming. Apa yang dihasilkan industri peternakan? Gas metan. Gas metan dari mana? Dari berak.

Sejarah Berak

Sekarang, dari manakah asal kata berak? Sejak kapan dia menjadi sebuah kata? Apa yang mendasari munculnya kata berak? Dari bahasa apakah kata berak diserap hingga menjadi bahasa Indonesia? Dari bahasa sansekerta kah? Atau bahasa latin?

Sejarah berak tidak pernah ditulis oleh siapa pun. Namun, ada beberapa teori mengenai asal katanya:

1) Ak. Asal kata “ak” yang diberi imbuhan “ber.” Ber-ak. Ketika berak, kita ngeden. Ketika ngeden, kita (seolah-olah) menyebut “aaakkk..!” Maka jadilah ber-ak, berak.

2) “BRAK!” Ingat dengan bunyi ini? Ini adalah bunyi ketika berak yang tidak tertahankan, dan mungkin paling melegakan. Dari kata “brak” lama-lama menjadi “berak”, mungkin karena di Jawa orang tidak bisa menyebut “brak”. Seperti “film” yang disebut “filem.”

3) Break. Diambil dari bahasa inggris yang artinya “pisah.” Ini menandai perpisahan tubuh kita dengan kotoran, atau bisa juga robeknya dubur akibat sembelit. Break.

Itu tiga teori yang paling populer. Intinya, biasakan untuk menggunakan kata berak. Yang kita buang itu bukan air, jadi istilah buang air itu kurang tepat. Kalo beraknya di hutan, gali lobang trus cebok pake tisu, air apa yang dibuang?

Satu pelajaran paling penting dari berak adalah ikhlas. Semahal apa pun makanannya, ketika berak kita akan ikhlas mengeluarkannya. Sangat ikhlas. Kalo dalam hidup kita masih kurang ikhlas, berarti ketika berak suka disisain. Ditahan-tahan. Disimpan buat anak cucu. Itu adalah tabiat yang tidak baik.

Ikhlaslah. Beraklah.

About Regy Kurniawan

Highlander

Trackbacks / Pingbacks

  1. Toilet-toilet di jalur trekking Nepal – Traveljinx - April 13, 2021

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: